DomaiNesia

Kebumen Travel Mart 2026 Resmi Digelar, 16 Tour Operator Asing Jajaki Potensi Wisata Kebumen

Kebumen Travel Mart 2026 Resmi Digelar, 16 Tour Operator Asing Jajaki Potensi Wisata Kebumen

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Upaya membawa pariwisata dan kebudayaan Kebumen ke pasar internasional mulai mendapat momentum. Kebumen Travel Mart (KTM) dan Gombong Culture Festival (GCF) 2026 resmi dibuka di kawasan Benteng Van der Wijck Gombong, Kamis, 27 Agustus 2026.

Digelar selama tiga hari hingga 29 Agustus 2026, ajang tersebut mempertemukan potensi wisata dan ekonomi kreatif Kebumen dengan pelaku industri perjalanan dari dalam maupun luar negeri.

Mengusung tema "Connecting Business, Celebrating Culture, Promoting Tourism", KTM dan GCF 2026 dirancang tidak hanya sebagai festival budaya, tetapi juga sebagai ruang memperluas jejaring bisnis pariwisata dan membuka akses pasar baru bagi destinasi serta produk lokal Kebumen.

Salah satu daya tarik utama tahun ini adalah kehadiran 16 tour operator dari luar negeri, termasuk dari Malaysia yang mencakup wilayah Langkawi serta Brunei Darussalam.

Kehadiran para pelaku industri perjalanan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama sekaligus memperkenalkan destinasi wisata Kebumen kepada wisatawan mancanegara.

Dorong Kebumen Masuk Paket Wisata Internasional

Kegiatan ini diinisiasi oleh Konsorsium Travel Agent dengan dukungan Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) Walet Emas dan Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Ketua Panitia KTM sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi, mengatakan rangkaian kegiatan disusun untuk mempertemukan potensi pariwisata, budaya, UMKM, dan industri perjalanan dalam satu ekosistem.

Beragam agenda disiapkan selama pelaksanaan KTM dan GCF 2026. Mulai dari paket wisata, UMKM Bazaar & Business Talk, kirab budaya, Eblek Langen Sekar, pertunjukan sulap, wayang kulit semalam suntuk, pentas musik, tarian tradisional hingga barongsai.

Menurut Wahid, sektor pariwisata dapat menjadi pintu masuk untuk menggerakkan potensi ekonomi masyarakat, termasuk UMKM.

"Kami ingin berpartisipasi dalam memajukan Kebumen. Potensi UMKM bisa jadi penggerak ekonomi. Mengapa kami mulai dari pariwisata? Karena ada MoU Pemkab dengan IWAKK, dan tren pariwisata sedang naik. Tolong jual Kebumen, misalnya melalui paket perjalanan terintegrasi Jogja-Kebumen," ujar Wahid.

Ia juga berharap KTM dapat masuk dalam kalender resmi kegiatan Pemerintah Kabupaten Kebumen pada tahun mendatang.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan kegiatan sekaligus membuka peluang agar momentum kepulangan warga Kebumen di perantauan dapat terhubung dengan agenda wisata dan budaya di daerah asal.

Bupati: Pariwisata Harus Berjalan Bersama Budaya

Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan KTM dan GCF 2026. Menurutnya, keterlibatan para perantau menunjukkan bahwa hubungan dengan tanah kelahiran tidak berhenti meski mereka telah lama berada di luar daerah.

Dalam sambutan selamat datangnya, Bupati Lilis menilai kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian warga perantauan terhadap kemajuan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya mempertemukan potensi wisata dengan industri perjalanan sekaligus memastikan pengembangan pariwisata tidak mengesampingkan budaya lokal.

"Kebumen Travel Mart mempertemukan potensi wisata daerah dengan pelaku industri perjalanan dari berbagai daerah untuk memperluas akses pasar. Sedangkan Gombong Culture Festival menguatkan pesan bahwa pengembangan pariwisata harus berjalan selaras dengan pelestarian budaya lokal," ungkap Bupati Lilis.

Benteng Van der Wijck Diproyeksikan Jadi Hub UMKM dan Pariwisata

Tidak hanya membahas promosi wisata, penyelenggaraan KTM dan GCF 2026 juga menjadi momentum untuk mendorong pengembangan kawasan Benteng Van der Wijck dan ekonomi kerakyatan di Gombong.

Menteri Koperasi Republik Indonesia Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si. menyampaikan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui kelembagaan koperasi.

Gombong diproyeksikan menjadi pusat penghubung atau hub bagi berbagai produk kerajinan UMKM, kebudayaan, ekonomi kreatif, dan pariwisata yang dikelola secara lebih modern.

Menurut Ferry, pengembangan kawasan tersebut juga dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkegiatan sekaligus menjadi bagian dari penguatan daya tarik wisata.

"Tempat ini bisa menjadi pusat anak muda berkumpul, berkreasi, dan menjajakan produk UMKM lokal, sehingga menjadi alternatif utama tujuan wisata domestik maupun mancanegara," tegas Menteri Ferry Juliantono.

Ferry juga menyatakan komitmennya untuk mengajak Menteri Kebudayaan Fadli Zon berkunjung ke kawasan tersebut. Langkah itu diharapkan dapat membuka peluang pengembangan lebih lanjut terhadap kawasan bersejarah di Gombong.

Dibuka dengan Penekanan Layar LCD

Pembukaan KTM dan GCF 2026 ditandai secara simbolis melalui penekanan layar LCD oleh Menteri Koperasi RI.

Prosesi tersebut turut didampingi Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Pangdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, serta Ketua Umum IWAKK Walet Emas Mayjen TNI Purn. Ibnu Darmawan.

Sejumlah pejabat dan tokoh juga hadir dalam pembukaan, di antaranya jajaran Forkopimda Kebumen, Ketua TP-PKK Kabupaten Kebumen Nurjannah Zaeni Miftah, Dandim 0709 Kebumen beserta istri, Dansecata Gombong, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, Kepala Badan Pengelola Geopark Kebumen, serta para investor dan pelaku industri perjalanan dari Malaysia dan Brunei Darussalam.

Dengan mempertemukan pemerintah, komunitas perantau, pelaku usaha, industri perjalanan, pelaku UMKM, hingga mitra internasional, KTM dan GCF 2026 diharapkan menjadi salah satu pintu masuk bagi Kebumen untuk memperluas pasar pariwisatanya.

Tidak hanya mengejar kunjungan wisatawan, kegiatan tersebut juga membawa harapan agar pertumbuhan pariwisata dapat memberikan dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kekayaan budaya lokal Kebumen. *


-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post