Saturday, May 2, 2020

Selama Seminggu Ini, Ada Sebanyak 1.759 Pemudik Menuju Jateng Putar Balik

Selama Seminggu Ini, Ada Sebanyak 1.759 Pemudik Menuju Jateng Putar Balik

BERITAKEBUMEN.CO.ID -  Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan pada 10 April 2020 di Jakarta sebagai upaya untuk memotong, memangkas mata rantai COVID-19, di mana Jakarta merupakan epicenter dari masalah COVID.

Selama Seminggu Ini, Ada Sebanyak 1.759 Pemudik Menuju Jateng disuruh Putar Balik


Arus gelombang Mudik terus tejadi meski PSBB sudah diberlakukan. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Istiono mengatakan, bahwa dalam waktu seminggu, seribuan pemudik yang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah, terpaksa diminta untuk putar balik dan dilarang melanjutkan perjalanannya.

"Sudah ada 1.759 pemudik yang diputarbalikan. Semuanya diputarbalik melalui jalur tol maupun arteri," kata Istiono Sabtu (2/5).

Petugas sudah menghalau seribuan kendaraan, itu sejak digelar Operasi Ketupat 2020 bersamaan dengan penindakan larangan mudik pada 24 April 2020


Dari 1.759 Pemudik yang diputarbalikkan, didominasi oleh kendaraan roda empat sebanyak 1.493 roda dan roda dua sebanyak 266 kendaraan.

Sebelumnya, pada hari Jumat (1/5), Jenderal bintang dua ini mengunjungi salah satu pos penyekatan larangan mudik yang ada di Exit Tol Pejagan, Brebes, Jawa Tengah. Istiono mendapatkan paparan dari Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto.

“Sampai hari ini khusus di Brebes, sudah 565 kendaraan yang diputarbalikan melalui Exit Tol Pejagan,” katanya.

Selama mengawal aturan larangan mudik, Polri tetap mengedepankan upaya persuasif. Agar suasana tetap aman dan terkendali.

Pemudik begitu kooperatif saat diminta untuk putar balik dan tidak melanjutkan perjalannya


“Alhamdulillah, masyarakat juga kooperatif. Artinya, saat diminta putar balik mereka taat dan mengerti. Ini semua untuk memotong mata rantai penyebaran Covid-19,” kata mantan Kapolda Bangka Belitung ini.

Istiono mengatakan, penyekatan terhadap para pemudik dilakukan selama 24 jam, untuk mengantisipasi pemudik yang diam-diam melintas pada dini hari atau ketika sahur.

“Kita 24 jam gantian. Konsep penyekatan tidak boleh ditinggalkan ya. Kita yang mau sahur gantian. Yang buka puasa juga demikian,” ujarnya.

Hal ini akan terus dilakukan selama aturan larangan mudik belum dicabut, semua dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih meluas lagi.

Sumber: Viva, Suaramerdeka.com

Baca berita terkait lainnya

BERITA TERBARU:

© Copyright 2019 Berita Kebumen | All Right Reserved