-->

Thursday, August 13, 2020

Penerapan Strategi Marketing Berbasis Inovasi dalam Era Digital bagi Pengrajin Gerabah

Penerapan Strategi Marketing Berbasis Inovasi dalam Era Digital bagi Pengrajin Gerabah

BERITAKEBUMEN.CO.ID - Melanjutkan kegiatan dari STIE Putra Bangsa, pengabdian kepada masyarakat sebelumnya berupa FGD di Desa Gebangsari, Klirong (8/8). Pertemuan kedua ini pembahasan mengenai Penerapan Strategi Marketing Berbasis Inovasi Bagi Pengrajin Gerabah Desa Gebangsari Klirong Kebumen lebih mendetail. STIE Putra Bangsa menghadirkan 2 narasumber untuk membahas penerapan marketing dalam era digital kepada para pengrajin gerabah gebangsari.


“Dalam pertemuan kedua ini, diharapkan nanti para peserta yang merupakan pengrajin akan terbuka wawasannya dalam hal marketing terutama marketing online dan strateginya”, ungkap Dani Rizana selaku ketua Pengabdian Masyarakat saat membuka acara, Rabu (12/8) di Galeri Gerabah, Gebangsari. 

Penerapan Strategi Marketing Berbasis Inovasi dalam Era Digital bagi Pengrajin Gerabah
Para Pengrajin Gerabah Gebangsari berfoto bareng bersama Tim Pengabdian Masyarakat STIE Putra Bangsa (Dok. Beritakebumen)


Setelah pulang dari acara ini, bagikan informasinya ke warga yang lebih muda, karena mereka yang lebih memahami sosial media. Biar para pengrajin focus membuat gerabah yang berkualitas, Lanjut Dani

Dalam kreatifitas pasti ada kemampuan berupa talenta, apalagi yang berhubungan dengan kerajinan seperti gerabah gebangsari yang sudah turun temurun. Hal tersebut disampaikan oleh Dr Sigit Wibawanto, SE.,MM yang merupakan Doktor Manajemen Marketing dari STIE Putra Bangsa.

“Sebenarnya ini sebuah kesempatan yang diberikan untuk warga gebangsari, makanya inovasi harus tetap dikembangkan, meski dalam musim pandemi, missal dengan membuat tempat untuk cuci tangan kaya Padasan”, lanjut Sigit Wibawanto,

Dosen yang menyelesaikan gelarnya di UI ini juga mengatakan bahwa gerabah harus dijadikan produk seni, karena produk seni nilainya lebih tinggi.

Dan kelemahan di UMKM ada 2, yaitu modal dan pemasaran. Sedangkan pemasaran sendiri yang mesti dibangun adalah komunikasi, berupa jaringan yang luas. Ini yang nantinya Gebangsari akan semakin dikenal, dan harapannya produk gerabahnya akan semakin banyak terjual.

Pemasaran memang mesti ditingkatkan, salah satunya dari keunggulan, bisa diciptakan dengan melihat disetiap kondisi. Agar mampu bersaing dari sisi seninya.

Saat ini pemasaran paling efektif adalah melalui sosial media, melihat data bahwa Indonesia merupakan pasar yang luar biasa, dengan jumlah pengguna sosial media yang mencapai sekitar 160 juta.

“Pokoknya sekarang buat produk, kemudian bagikan disosial media sebanyak-banyak. Bisa yang muda untuk membantu membagikan ke sosial media, tapi tetep jangan lupa untuk membangun komunikasi. Karena dari komunikasi yang baik akan terjadi transaksi”, ujar Joko Fitra, M.Sc., M.M. yang merupakan seorang Praktisi Bisnis Nasional

Gebangsari itu luar biasa, tanahnya luar biasa, gerabahnya luar biasa, pengrajinnya luar biasa kekurangannya berada di komunikasi. Mulai sekarang gunakan facebook, web, Instagram, maupun youtube untuk memperkenalkan gerabah gebangsari agar lebih massif, lanjut Joko.

Dalam pertemuan yang kedua ini, para peserta makin antusias karena temanya yang menarik, yakni pemasaran, agar Gerabahnya bisa lebih dikenal, dan lebih laris lagi. (BK02)

Baca berita terkait lainnya

BERITA TERBARU:

© Copyright 2009-2020 Berita Kebumen | All Right Reserved