KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Perjalanan menuju perguruan tinggi impian sering kali dipenuhi tantangan dan perjuangan panjang. Namun, kisah sukses Rizky Alfian Ramadhan membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih dengan kerja keras, konsistensi, dan semangat belajar yang kuat.
Prestasi membanggakan itu menjadi sorotan dalam kegiatan talk show bertema “Bersama Meraih Mimpi: Kisah Anak Berprestasi dan Orang Tua Inspiratif Menuju Perguruan Tinggi Luar Negeri” yang diselenggarakan MAN 2 Kebumen di Aula Asrama MAN 2 Kebumen, Rabu (17/6/2026).
Rizky Alfian Ramadhan merupakan putra dari Dwi Jayanti, salah satu guru MAN 2 Kebumen. Ia berhasil mencatatkan prestasi luar biasa dengan diterima di 19 perguruan tinggi luar negeri, sekaligus sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Kehadiran Rizky dalam acara tersebut disambut antusias oleh para siswa yang ingin mengetahui langsung perjalanan, strategi, dan pengalaman yang membawanya meraih berbagai kesempatan pendidikan bergengsi.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Dwi Jayanti mengungkapkan bahwa semangat belajar Rizky sudah terlihat sejak masih kecil. Menurutnya, rasa ingin tahu dan kebiasaan belajar yang kuat menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan putranya meraih berbagai prestasi.
"Saya sangat bersyukur atas pencapaian Rizky. Sejak kecil dia memang memiliki semangat belajar yang luar biasa. Bahkan saat masih duduk di bangku sekolah dasar, pernah suatu malam saya mencari-carinya karena tidak berada di tempat tidur. Ternyata dia berpindah ke kamar lain yang lampunya lebih terang agar bisa belajar dengan lebih nyaman," ungkap Dwi Jayanti.
Kepala MAN 2 Kebumen, Akhmad Taukhid, berharap kisah Rizky dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk berani bermimpi besar dan mempersiapkan masa depan sejak dini.
"Kami berharap kehadiran Mas Rizky dapat memberikan inspirasi kepada para siswa. Prestasi yang diraihnya menunjukkan bahwa kesempatan untuk menembus perguruan tinggi terbaik, termasuk di luar negeri, terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha dan terus belajar," ujarnya.
Dalam talk show tersebut, Rizky membagikan berbagai pengalaman selama mengikuti proses seleksi masuk perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun luar negeri. Ia menjelaskan bahwa langkah pertama yang penting dilakukan adalah mengenali minat, bakat, dan tujuan pendidikan yang ingin dicapai.
Menurut Rizky, banyak siswa yang sebenarnya memiliki potensi besar, namun belum memahami cara mempersiapkan diri untuk bersaing dalam seleksi perguruan tinggi internasional.
Ia juga menjelaskan pentingnya membangun portofolio akademik dan nonakademik sejak dini. Selain nilai akademik yang baik, pengalaman organisasi, prestasi, kegiatan sosial, hingga kemampuan berbahasa asing menjadi faktor yang dapat memperkuat peluang diterima di kampus impian.
Tak hanya itu, Rizky turut membagikan pengalaman menyusun esai pendaftaran, mempersiapkan dokumen pendukung, hingga menghadapi berbagai tahapan seleksi yang kerap menjadi tantangan bagi calon mahasiswa.
"Yang terpenting adalah mengenali potensi diri dan tidak takut mencoba. Banyak kesempatan yang sebenarnya terbuka, tetapi sering kali terlewat karena kita ragu untuk memulai. Persiapkan diri sebaik mungkin dan jangan takut bermimpi besar," pesannya kepada para siswa.
Pengalaman yang dibagikan Rizky mendapat perhatian besar dari peserta. Para siswa memperoleh gambaran nyata bahwa pendidikan di perguruan tinggi luar negeri bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diraih.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Kebumen berharap semakin banyak siswa yang termotivasi untuk meningkatkan prestasi, memperluas wawasan, dan berani mengejar kesempatan pendidikan hingga ke tingkat internasional.
Kisah Rizky Alfian Ramadhan menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Di balik berbagai pencapaian tersebut terdapat proses panjang, kedisiplinan, serta dukungan keluarga yang terus mendorong lahirnya generasi muda berprestasi dari Kabupaten Kebumen. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Prestasi membanggakan itu menjadi sorotan dalam kegiatan talk show bertema “Bersama Meraih Mimpi: Kisah Anak Berprestasi dan Orang Tua Inspiratif Menuju Perguruan Tinggi Luar Negeri” yang diselenggarakan MAN 2 Kebumen di Aula Asrama MAN 2 Kebumen, Rabu (17/6/2026).
Rizky Alfian Ramadhan merupakan putra dari Dwi Jayanti, salah satu guru MAN 2 Kebumen. Ia berhasil mencatatkan prestasi luar biasa dengan diterima di 19 perguruan tinggi luar negeri, sekaligus sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Kehadiran Rizky dalam acara tersebut disambut antusias oleh para siswa yang ingin mengetahui langsung perjalanan, strategi, dan pengalaman yang membawanya meraih berbagai kesempatan pendidikan bergengsi.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Dwi Jayanti mengungkapkan bahwa semangat belajar Rizky sudah terlihat sejak masih kecil. Menurutnya, rasa ingin tahu dan kebiasaan belajar yang kuat menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan putranya meraih berbagai prestasi.
"Saya sangat bersyukur atas pencapaian Rizky. Sejak kecil dia memang memiliki semangat belajar yang luar biasa. Bahkan saat masih duduk di bangku sekolah dasar, pernah suatu malam saya mencari-carinya karena tidak berada di tempat tidur. Ternyata dia berpindah ke kamar lain yang lampunya lebih terang agar bisa belajar dengan lebih nyaman," ungkap Dwi Jayanti.
Kepala MAN 2 Kebumen, Akhmad Taukhid, berharap kisah Rizky dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk berani bermimpi besar dan mempersiapkan masa depan sejak dini.
"Kami berharap kehadiran Mas Rizky dapat memberikan inspirasi kepada para siswa. Prestasi yang diraihnya menunjukkan bahwa kesempatan untuk menembus perguruan tinggi terbaik, termasuk di luar negeri, terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha dan terus belajar," ujarnya.
Dalam talk show tersebut, Rizky membagikan berbagai pengalaman selama mengikuti proses seleksi masuk perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun luar negeri. Ia menjelaskan bahwa langkah pertama yang penting dilakukan adalah mengenali minat, bakat, dan tujuan pendidikan yang ingin dicapai.
Menurut Rizky, banyak siswa yang sebenarnya memiliki potensi besar, namun belum memahami cara mempersiapkan diri untuk bersaing dalam seleksi perguruan tinggi internasional.
Ia juga menjelaskan pentingnya membangun portofolio akademik dan nonakademik sejak dini. Selain nilai akademik yang baik, pengalaman organisasi, prestasi, kegiatan sosial, hingga kemampuan berbahasa asing menjadi faktor yang dapat memperkuat peluang diterima di kampus impian.
Tak hanya itu, Rizky turut membagikan pengalaman menyusun esai pendaftaran, mempersiapkan dokumen pendukung, hingga menghadapi berbagai tahapan seleksi yang kerap menjadi tantangan bagi calon mahasiswa.
"Yang terpenting adalah mengenali potensi diri dan tidak takut mencoba. Banyak kesempatan yang sebenarnya terbuka, tetapi sering kali terlewat karena kita ragu untuk memulai. Persiapkan diri sebaik mungkin dan jangan takut bermimpi besar," pesannya kepada para siswa.
Pengalaman yang dibagikan Rizky mendapat perhatian besar dari peserta. Para siswa memperoleh gambaran nyata bahwa pendidikan di perguruan tinggi luar negeri bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diraih.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Kebumen berharap semakin banyak siswa yang termotivasi untuk meningkatkan prestasi, memperluas wawasan, dan berani mengejar kesempatan pendidikan hingga ke tingkat internasional.
Kisah Rizky Alfian Ramadhan menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Di balik berbagai pencapaian tersebut terdapat proses panjang, kedisiplinan, serta dukungan keluarga yang terus mendorong lahirnya generasi muda berprestasi dari Kabupaten Kebumen. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


