Melalui serangkaian pelatihan, pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga simulasi paket wisata, Desa Gunungmujil kini mulai mempersiapkan diri menjadi destinasi wisata berbasis potensi lokal.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Disparbud Kabupaten Kebumen, Gunarso, S.Sos., M.M., mengatakan Desa Gunungmujil memiliki modal yang sangat kuat untuk berkembang sebagai desa wisata.
"Gunungmujil memiliki banyak potensi yang saling melengkapi. Lingkungannya bersih dan tertata, masih memiliki rumah limasan kuno yang autentik, kesenian tradisional seperti karawitan dan ebleg, serta berbagai UMKM yang aktif. Jika dikemas dengan baik, semuanya dapat menjadi paket wisata desa yang menarik dan memiliki nilai ekonomi," ujar Gunarso.
Menurutnya, kekuatan Desa Gunungmujil tidak hanya terletak pada keindahan lingkungan, tetapi juga aktivitas masyarakat yang masih mempertahankan budaya sekaligus mengembangkan usaha kreatif.
Berbagai produk unggulan UMKM yang berpotensi menjadi bagian dari wisata edukasi di antaranya produksi sale pisang, pembuatan cokelat karakter, kerajinan kok atau shuttlecock, industri tahu rumahan, hingga kerajinan kurungan ayam.
Warga Dibekali Cara Mengelola Desa Wisata
Sebagai tindak lanjut dari pemetaan potensi tersebut, Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparbud Kebumen menggelar pelatihan intensif selama tiga hari pada 18–20 Mei 2026 di Balai Desa Gunungmujil.
Pelatihan diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, Karang Taruna, pelaku UMKM, kader desa, tokoh masyarakat, hingga guru sekolah dasar.
Materi yang diberikan dirancang agar mudah diterapkan. Selain memahami konsep desa wisata dan peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), peserta juga belajar menyusun paket wisata, menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), hingga membuat media promosi yang menarik.
Dari pelatihan tersebut lahirlah kepengurusan Pokdarwis Desa Gunungmujil yang resmi menggunakan nama Argo Sentosa sebagai motor penggerak pengembangan pariwisata desa.
Pelajar SD Jadi Wisatawan Pertama dalam Simulasi Paket Wisata
Usai pelatihan, Pokdarwis Argo Sentosa langsung menguji konsep yang telah disusun melalui simulasi paket wisata.
Menariknya, simulasi tersebut melibatkan siswa kelas V SD Negeri 1 Gunungmujil yang berperan sebagai wisatawan.
Kegiatan diawali dengan penyambutan peserta di balai desa, dilanjutkan pengenalan profil Desa Gunungmujil, sebelum akhirnya mereka diajak berkeliling menikmati berbagai aktivitas wisata edukasi.
Dalam simulasi tersebut, para siswa mengikuti berbagai pengalaman menarik, seperti melihat sekaligus mencoba proses pembuatan kok (shuttlecock), belajar mengolah sale pisang, memainkan alat musik gamelan bersama kelompok karawitan, membuat cokelat karakter, hingga menyaksikan proses produksi tahu tradisional.
Simulasi ini menjadi tahap penting untuk mengukur kesiapan masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan sekaligus menyempurnakan paket wisata yang nantinya akan dipasarkan.
Mahasiswa Ikut Berkontribusi Kembangkan Desa Wisata
Program pendampingan Desa Gunungmujil juga melibatkan kalangan akademisi.
Rose, mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta yang sedang menjalani program magang di Disparbud Kebumen, memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pendampingan desa.
Ia mengikuti berbagai tahapan kegiatan bersama Tim Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mulai dari kunjungan ke pemerintah desa, sosialisasi kepada sekolah, penyusunan administrasi, hingga pelaksanaan simulasi paket wisata.
Sebagai bentuk kontribusinya, Rose membantu mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan sekaligus menyusun berbagai media promosi yang akan digunakan Pokdarwis untuk memperkenalkan paket wisata Desa Gunungmujil kepada masyarakat.
Selain itu, ia juga turut menginisiasi pengelolaan akun Instagram resmi desa wisata, @desawisatagunungmujil, sebagai sarana promosi digital.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku UMKM, dan kalangan akademisi, Disparbud Kabupaten Kebumen berharap Desa Gunungmujil dapat segera diluncurkan sebagai desa wisata yang mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis potensi lokal. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen



.jpeg)
.jpeg)