DomaiNesia

Festival Kitiran Perdana Meriahkan Grebeg Rolasan di Pantai Mliwis Kebumen

Festival Kitiran Perdana Meriahkan Grebeg Rolasaan di Pantai Mliwis Kebumen

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Tradisi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di pesisir selatan Kebumen tahun ini hadir dengan warna berbeda. Selain tumpeng dan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur, masyarakat juga disuguhkan Festival Kitiran yang untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Kebumen.

Festival Kitiran menjadi salah satu rangkaian acara Grebeg Rolasan yang berlangsung di kawasan Pantai Mliwis, Desa Kenoyojayan, Kecamatan Ambal, Kebumen. Kehadiran festival ini menjadi daya tarik tersendiri karena mengangkat permainan tradisional kitiran dalam kemasan kegiatan budaya yang melibatkan ratusan peserta.

Mengusung tema "Tradisi Berputar, Budaya Mengakar, Pariwisata sumunar", Festival Kitiran digelar selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Agustus 2026.

Pertama Kali Digelar di Kebumen

Festival Kitiran ini menjadi penyelenggaraan perdana di Kebumen. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali kitiran sebagai bagian dari permainan dan tradisi masyarakat, tetapi juga menjadi upaya menghidupkan kembali budaya lokal melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Dalam festival tersebut, penilaian dibagi menjadi dua kategori, yakni Tradisional dan Inovasi. Pembagian kategori ini memberikan ruang bagi peserta untuk menampilkan kitiran dengan tetap mempertahankan unsur tradisi sekaligus menghadirkan kreativitas baru.

Lebih dari 60 kitiran turut dilombakan dalam festival. Sementara itu, jumlah peserta yang mengikuti Festival Kitiran secara keseluruhan mencapai sekitar 250 orang.

Peserta datang dari sejumlah wilayah, di antaranya Rawakele, Banjar, serta daerah lain di sekitar Kabupaten Kebumen.

Bentuknya juga bermacam-macam, dari masuk gapura pantai Mliwis langsung disambut 2 Kitiran besar, kemudian kanan kiri jalan juga akan disuguhi kitiran yang terus berputar dan berbunyi hingga sampai Pantai Mliwisnya. Disekitar warung-warung makan, lanjut di tepi pantainya berjejer kitiran dengan aneka bentuk, seperti Semar, Kincir, Petani, Manusia, butung garuda, kapal, bahkan replika Tugu Lawet dengan petani dibawahnya.   

Antusiasme masyarakat dan peserta menjadi salah satu hal yang membuat penyelenggara mempertimbangkan keberlanjutan festival tersebut pada tahun-tahun berikutnya.

Ditargetkan Menjadi Agenda Tahunan

Festival Kitiran di Pantai Mliwis direncanakan untuk menjadi agenda tahunan.

Pantai Mliwis, Desa Kenoyojayan, Kecamatan Ambal, diproyeksikan tetap menjadi lokasi penyelenggaraan festival tersebut. Jika rencana ini terealisasi, Festival Kitiran diharapkan dapat menjadi salah satu kegiatan budaya yang rutin digelar di kawasan pesisir selatan Kebumen.

Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana untuk menjaga keberadaan tradisi sekaligus mengenalkan kekayaan budaya pesisir kepada masyarakat yang lebih luas.

Festival Kitiran juga dapat menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan kreativitas masyarakat. Unsur budaya tetap dipertahankan, sementara inovasi memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya untuk ikut terlibat dan mengembangkan bentuk penyajiannya.

Melestarikan Budaya Pesisir Selatan Kebumen

Grebeg Rolasan sendiri merupakan tradisi budaya yang digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satu cirinya adalah keberadaan tumpeng dan berbagai makanan hasil bumi yang menjadi simbol ungkapan rasa syukur masyarakat.

Di tengah rangkaian tradisi tersebut, Festival Kitiran memberikan warna baru dengan mengangkat permainan tradisional menjadi sebuah kegiatan yang melibatkan ratusan orang.

Ke depan, penyelenggaraan Festival Kitiran diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan tradisi kitiran agar tetap dikenal masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya pesisir selatan Kebumen.

Dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi pada penyelenggaraan perdana, Festival Kitiran berpeluang berkembang menjadi salah satu kegiatan budaya yang ditunggu masyarakat setiap tahunnya. (BK/Yog)


-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post