KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Prestasi olahraga pelajar Kabupaten Kebumen kembali mencatatkan hasil positif. Sebanyak 312 atlet yang berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026 berhasil membawa pulang total 111 medali.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran upaya Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam mendorong olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM). Prestasi atlet pelajar juga mendapat apresiasi melalui pemberian penghargaan bagi para peraih medali.
Cabang olahraga Judo menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi kontingen Kebumen dengan torehan empat medali emas.
Sebagai bentuk apresiasi, setiap peraih medali emas juara satu mendapatkan hadiah sebesar Rp2.500.000,00. Selain itu, atlet juga memperoleh bonus dari CSR sebesar Rp1.500.000,00, baik untuk kategori individual maupun beregu.
Olahraga Dibangun sebagai Ekosistem
Komitmen terhadap pengembangan olahraga tersebut kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 tahun 2026 yang digelar di Pendopo Kabumian, Rabu (9/9/2026).
Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menekankan bahwa olahraga tidak semestinya hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, olahraga perlu menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat.
"Prestasi olahraga juga harus terus kita dorong. Tetapi kita harus ingat atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar olahraga. Karena itu, budaya olahraga, prestasi olahraga, dan industri olahraga harus dibangun sebagai satu ekosistem," demikian sambutan Menpora yang dibacakan Bupati Lilis.
Menurutnya, pembentukan atlet berprestasi tidak dapat dilepaskan dari kebiasaan masyarakat dalam berolahraga. Karena itu, pembangunan olahraga perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur.
Dalam sambutan tersebut, Menpora juga mengajak seluruh pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi olahraga, komunitas, keluarga, dan seluruh rakyat Indonesia untuk bergerak bersama membangun budaya olahraga.
"Tidak perlu menunggu. Tidak perlu mahal. Tidak perlu rumit," tegasnya.
HAORNAS Jadi Momentum Gerakkan Masyarakat
Peringatan HAORNAS tahun ini mengusung tema "Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar". Di Kabupaten Kebumen, rangkaian kegiatan tidak hanya berlangsung dalam bentuk upacara atau seremoni, tetapi juga melibatkan pelajar dan masyarakat.
Salah satunya melalui kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat dan Senam Kebumen Berdaya yang digelar di Alun-Alun Pancasila.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar lebih aktif bergerak dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Dengan capaian 111 medali pada POPDA Jateng 2026 serta penguatan budaya olahraga di masyarakat, Pemkab Kebumen mendorong agar prestasi olahraga dan kebiasaan hidup aktif dapat berkembang secara berkelanjutan.*
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran upaya Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam mendorong olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM). Prestasi atlet pelajar juga mendapat apresiasi melalui pemberian penghargaan bagi para peraih medali.
Cabang olahraga Judo menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi kontingen Kebumen dengan torehan empat medali emas.
Sebagai bentuk apresiasi, setiap peraih medali emas juara satu mendapatkan hadiah sebesar Rp2.500.000,00. Selain itu, atlet juga memperoleh bonus dari CSR sebesar Rp1.500.000,00, baik untuk kategori individual maupun beregu.
Olahraga Dibangun sebagai Ekosistem
Komitmen terhadap pengembangan olahraga tersebut kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 tahun 2026 yang digelar di Pendopo Kabumian, Rabu (9/9/2026).
Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menekankan bahwa olahraga tidak semestinya hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, olahraga perlu menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat.
"Prestasi olahraga juga harus terus kita dorong. Tetapi kita harus ingat atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar olahraga. Karena itu, budaya olahraga, prestasi olahraga, dan industri olahraga harus dibangun sebagai satu ekosistem," demikian sambutan Menpora yang dibacakan Bupati Lilis.
Menurutnya, pembentukan atlet berprestasi tidak dapat dilepaskan dari kebiasaan masyarakat dalam berolahraga. Karena itu, pembangunan olahraga perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur.
Dalam sambutan tersebut, Menpora juga mengajak seluruh pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi olahraga, komunitas, keluarga, dan seluruh rakyat Indonesia untuk bergerak bersama membangun budaya olahraga.
"Tidak perlu menunggu. Tidak perlu mahal. Tidak perlu rumit," tegasnya.
HAORNAS Jadi Momentum Gerakkan Masyarakat
Peringatan HAORNAS tahun ini mengusung tema "Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar". Di Kabupaten Kebumen, rangkaian kegiatan tidak hanya berlangsung dalam bentuk upacara atau seremoni, tetapi juga melibatkan pelajar dan masyarakat.
Salah satunya melalui kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat dan Senam Kebumen Berdaya yang digelar di Alun-Alun Pancasila.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar lebih aktif bergerak dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Dengan capaian 111 medali pada POPDA Jateng 2026 serta penguatan budaya olahraga di masyarakat, Pemkab Kebumen mendorong agar prestasi olahraga dan kebiasaan hidup aktif dapat berkembang secara berkelanjutan.*
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


