-->

Sunday, April 12, 2020

Kematian Akibat DBD di Kebumen Lebih Tinggi dari Covid-19, Masyarakat Harus Waspada

Kematian Akibat DBD di Kebumen Lebih Tinggi dari Covid-19, Masyarakat Harus Waspada


BERITAKEBUMEN.CO.ID - Hampir seluruh perhatian masyarakat terkuras dengan pandemi virus Corona (Covid-91), tanpa mereka sadari penyakit demam berdarah dengue (DBD) juga sedang mengancam. Bahkan hingga pertengahan Minggu ini, kasus kematian akibat DBD di Kebumen lebih tinggi dibanding Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, menyebut sembilan wilayah di Jateng dengan kasus DBD tinggi. Peringkat pertama adalah Kabupaten Cilacap dengan 216 penderita dan korban meninggal tiga orang, Kota Semarang ada 154 penderita, dua diantaranya meninggal dunia.

Selanjutnya, Kabupaten Jepara yang tercatat 136 penderita, dengan satu orang meninggal. Urutan keempat adalah Kabupaten Banyumas dengan 132 kasus tiga meninggal dunia, Kabupaten Klaten menyusul dengan 131 penderita meninggal tiga orang. Disusul Kabupaten Kebumen dengan 124 kasus empat orang meninggal dunia, kemudian Kabupaten Purbalingga dengan 99 penderita dua orang meninggal, Kabupaten Brebes ada 87 kasus DBD dua meninggal. Terakhir, Kabupaten Banjarnegara dengan 62 kasus tiga meninggal dunia.

Jika dibandingkan dengan kasus Covid-19 di Kebumen, jumlah kematian akibat DBD lebih banyak yakni 4 orang. Sementara untuk kasus Covid-19, berdasarkan data per 12 April 2020 terdapat 3 kasus positif dengan 2 diantaranya meninggal dunia.

Karenanya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah juga meminta warga waspada akan penyakit DBD. Pasalnya, hingga akhir Maret 2020 sudah ada 2.115 kasus di provinsi Jateng, 40 orang di antaranya meninggal dunia.

“Semua wilayah di Jateng ada kasus DBD. Maka saya ingatkan di semua lingkungan, kantor, desa, kota, rumah, sekolah dan seluruhnya ditunjuk pemantau jentik nyamuk. Ini untuk meniadakan bibit nyamuk,” paparnya.

Yulianto mengingatkan, hingga saat ini wilayah Jawa Tengah masih mengalami hujan dan memasuki musim pancaroba. Oleh karenanya, ia meminta warga waspada dengan memantau tampungan air dan menjaga kebersihan lingkungan. Galakkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menguras, membersihkan, menutup tempat tampungan air, dan menaburkan bubuk larvasida jika perlu.

Baca berita terkait lainnya

BERITA TERBARU:

© Copyright 2009-2020 Berita Kebumen | All Right Reserved