Di hadapan jajaran Forkopimda, tokoh Muhammadiyah, dan masyarakat yang hadir, Bupati menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar janji politik, melainkan kebutuhan mendesak warga. Perbaikan jalan dinilai berpengaruh langsung terhadap mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan. Pernyataan ini sekaligus menjadi refleksi satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Zaeni Miftah dalam mendorong Pembangunan Infrastruktur Kebumen 2026.
Perbaikan Jalan Dilakukan Bertahap
Bupati Lilis menyampaikan bahwa sejumlah ruas jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan berat telah diperbaiki secara permanen. Namun, masih ada beberapa titik lain yang masuk prioritas pengerjaan berikutnya.
“Beberapa ruas yang rusak berat sudah kita tuntaskan. Insya Allah setelah Lebaran, titik lainnya mulai kita kerjakan agar ekonomi makin bergerak dan akses pendidikan maupun kesehatan semakin lancar,” ujarnya.
Langkah ini menjadi bagian dari program Perbaikan Jalan Rusak Kebumen 2026 yang dirancang bertahap dan terukur sesuai kemampuan anggaran daerah.
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung genap satu tahun masa kepemimpinannya. Ia mengaku terus turun langsung ke lapangan untuk mendengar keluhan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan harus dimulai dari kebutuhan paling mendasar. Infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas karena dampaknya dirasakan luas oleh warga desa hingga kota.
Tantangan Pemangkasan Anggaran Rp240 Miliar
Di sisi lain, Wakil Bupati Zaeni Miftah mengungkapkan bahwa pemerintah daerah menghadapi tantangan besar berupa pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat sekitar Rp240 miliar.
Meski demikian, ia memastikan bahwa visi dan misi tetap berjalan. “Tahun pertama ini ibarat masa menanam. Kami bekerja tanpa sekat antara Bupati dan Wakil Bupati agar program prioritas tetap terlaksana meski anggaran terbatas,” katanya.
Zaeni juga menyebut pihaknya aktif berkoordinasi dengan kementerian untuk membuka peluang tambahan dukungan anggaran. Upaya ini dilakukan demi menjaga keberlanjutan Program Pembangunan Kabupaten Kebumen.
Apresiasi untuk Muhammadiyah dan Santunan 3.000 Paket
Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya melalui layanan kesehatan di RS PKU Muhammadiyah dan sektor pendidikan.
Ketua PDM Kebumen, Joko Purnomo, menyambut baik kehadiran pemerintah daerah dan menilai sinergi ini penting untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengajak jamaah mendoakan perdamaian di Timur Tengah yang tengah bergejolak.
Acara ditutup dengan tausiyah dari Wakil Ketua PWM Jawa Tengah Muhammad Abduh Hisyam serta penyaluran 3.000 paket sembako dari Lazismu kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari Santunan Ramadan Kebumen 2026 yang rutin digelar setiap tahun.
Dengan berbagai tantangan yang ada, Pemkab memastikan komitmen untuk terus melanjutkan Berita Kebumen terbaru hari ini seputar pembangunan dan pelayanan publik yang berpihak pada masyarakat. (BK/*)
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
.jpeg)