DomaiNesia

Hari Kartini di Kebumen: 189 Kasus Kekerasan Terungkap, Anak Jadi Korban Terbanyak

Hari Kartini 2026 di Kebumen 189 Kasus Kekerasan Terungkap, Anak Jadi Korban Terbanyak
upacaraPeringatan Hari Kartini ke-147 yang digelar di Pendopo Kabumian (Foto. Pemkab Kebumen)

KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Kebumen menjadi refleksi serius terhadap kondisi perlindungan perempuan dan anak. Dalam upacara yang digelar di Pendopo Kabumian, Selasa (21/4/2026), terungkap ratusan kasus kekerasan yang terjadi sepanjang tahun terakhir.

Berdasarkan data dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kebumen, tercatat sebanyak 189 kasus kekerasan sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, kasus yang melibatkan anak mendominasi dengan 140 laporan, sementara kekerasan terhadap perempuan mencapai 49 kasus.

Secara rinci, kekerasan psikis menjadi yang paling banyak dilaporkan dengan 104 kasus, disusul kekerasan seksual sebanyak 61 kasus, serta kekerasan fisik sebanyak 42 kasus. Tren tersebut masih berlanjut pada tahun 2026, di mana hingga April telah tercatat 37 kasus baru yang masuk dalam pemantauan.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sri Kuntarti, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa semangat perjuangan Kartini harus terus dihidupkan dalam konteks kekinian, terutama dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak.

“Semangat Kartini mengajarkan keberanian untuk maju dan memperjuangkan hak. Perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga hingga daerah,” ujarnya.

Bupati juga menyoroti tantangan baru di era digital yang dinilai turut memicu meningkatnya risiko kekerasan, khususnya pada anak. Ia mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak, termasuk mendukung kebijakan pembatasan akses media sosial bagi usia di bawah 16 tahun.

“Kondisi ini mengingatkan kita bahwa perjuangan Kartini belum selesai. Kita masih memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan lingkungan yang aman dan adil,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala UPTD PPA Kebumen, Arum Dwi L, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyediakan berbagai layanan perlindungan yang dapat diakses masyarakat secara gratis.

“Korban berhak mendapatkan layanan pengaduan, pendampingan hukum, layanan psikologis, hingga rujukan medis ke rumah sakit dan puskesmas mitra,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh kasus yang masuk dalam satu tahun terakhir telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur. Peningkatan akses layanan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kasus kekerasan.

Menutup sambutannya, Bupati Kebumen kembali mengajak masyarakat untuk berani bersuara dan tidak menutup-nutupi kasus kekerasan.

“Kekerasan bukan urusan pribadi, melainkan pelanggaran hukum. Jangan diam, karena diam hanya akan memperpanjang penderitaan,” pungkasnya.

Peringatan Hari Kartini tahun ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah, Ketua TP PKK Nurjanah Zaeni Miftah, Ketua DPRD Saman Halim Nurrohman, jajaran Forkopimda, serta pimpinan OPD dan organisasi wanita.

Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga penguat komitmen bersama dalam melindungi perempuan dan anak di Kabupaten Kebumen. (BK/*)

-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Previous Post Next Post