KEBUMEN, beritakebumen.co.id - Peringatan Hari Jadi ke-397 Kabupaten Kebumen berlangsung khidmat sekaligus meriah pada Jumat (21/8/2026). Mengusung nuansa adat Jawa yang kuat, rangkaian peringatan tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah daerah, tetapi juga menjadi ajang memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
Upacara digelar di halaman Pendopo Kabumian dengan suasana yang sarat tradisi. Peserta mengenakan busana adat Jawa, sementara sambutan resmi disampaikan menggunakan bahasa Jawa. Hiasan penjor atau janur kuning yang menghiasi area upacara semakin memperkuat atmosfer budaya dalam peringatan hari jadi tersebut.
Sejarah Kebumen hingga Arak-Arakan Panji Kecamatan
Rangkaian upacara diawali dengan pembacaan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Kebumen.
Suasana semakin sakral ketika panji-panji kecamatan serta jajaran foto bupati dan wakil bupati Kebumen dari masa ke masa diarak menuju tengah lapangan.
Prosesi tersebut menjadi simbol perjalanan panjang Kebumen sekaligus pengingat terhadap para pemimpin yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah dari masa ke masa.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani memimpin jalannya upacara sekaligus menyampaikan sambutan resmi menggunakan bahasa Jawa.
Dalam pesannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah memperkuat persatuan serta semangat gotong royong untuk mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Peringatan Hari Jadi ke-397 ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting bagi kita semua untuk memperkuat persatuan dan kegotongroyongan. Mari bersama-sama kita wujudkan Kebumen yang semakin berdaya, mandiri, dan berdaya saing demi kesejahteraan seluruh masyarakat," ujar Bupati Kebumen Lilis Nuryani.
Penghargaan untuk Warga dan Pelaku Pembangunan
Peringatan Hari Jadi ke-397 juga diisi dengan penyerahan berbagai penghargaan kepada masyarakat, instansi maupun pihak yang dinilai berprestasi dan memberikan kontribusi bagi Kabupaten Kebumen.
Penghargaan diberikan kepada para pemenang lomba desa dan kelurahan tingkat kabupaten, kompetisi pemadam kebakaran tingkat nasional, lomba penilaian kawasan permukiman, hingga pemenang proposal riset dan inovasi daerah.
Apresiasi juga diberikan dalam bidang pembangunan daerah tingkat provinsi, kontribusi arsip memori kolektif, arsiparis teladan tingkat organisasi perangkat daerah dan kecamatan, serta medik veteriner berprestasi tingkat provinsi.
Selain itu, turut diserahkan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, pengabdi desa dan garda terdepan pelayanan. Bantuan sosial juga diberikan kepada penyandang disabilitas.
Beragam penghargaan dan bantuan tersebut menjadi bagian dari peringatan hari jadi yang tidak hanya menampilkan sisi seremonial, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi masyarakat dan aparatur dalam pembangunan Kebumen.
397 Pelajar Bentuk Angka 397 dalam Tari Kolosal
Kemeriahan berlanjut setelah upacara selesai. Para tamu dan masyarakat disuguhi pertunjukan tari kolosal yang memadukan sejumlah kesenian khas Kebumen, yakni Cepetan, Lawet dan Ebeg.
Pertunjukan tersebut melibatkan 397 pelajar Kebumen.
Para pelajar tampil membentuk berbagai formasi hingga menghasilkan angka 397, sesuai usia Kabupaten Kebumen yang diperingati tahun ini.
Pertunjukan kemudian ditutup dengan aksi flashmob Swardhana Kabumian, yang menambah semarak suasana perayaan.
Keterlibatan ratusan pelajar dalam pertunjukan budaya tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana generasi muda dilibatkan dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
Ditutup Makan Bersama 3.000 Porsi Nasi Tempelang
Nuansa kebersamaan semakin terasa saat seluruh rangkaian perayaan ditutup dengan tradisi makan bersama.
Tamu undangan, pejabat, para penari, orang tua penari hingga warga yang hadir berbaur menikmati hidangan yang telah disediakan panitia.
Sebanyak 3.000 porsi nasi tempelang, salah satu kuliner khas Kebumen, disiapkan untuk dinikmati bersama.
Nasi tempelang tersebut terdiri dari nasi yang disajikan bersama sayur oseng tempe, mi dan telur dadar.
Tradisi makan bersama ini menjadi penutup yang sederhana namun sarat makna. Tidak ada sekat antara pejabat, tamu undangan, pelajar, orang tua maupun masyarakat. Semuanya duduk dan menikmati hidangan dalam suasana akrab.
Peringatan Hari Jadi ke-397 Kabupaten Kebumen pun tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat budaya, mengenang sejarah, mengapresiasi prestasi, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Kebumen. *
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen
Upacara digelar di halaman Pendopo Kabumian dengan suasana yang sarat tradisi. Peserta mengenakan busana adat Jawa, sementara sambutan resmi disampaikan menggunakan bahasa Jawa. Hiasan penjor atau janur kuning yang menghiasi area upacara semakin memperkuat atmosfer budaya dalam peringatan hari jadi tersebut.
Sejarah Kebumen hingga Arak-Arakan Panji Kecamatan
Rangkaian upacara diawali dengan pembacaan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Kebumen.
Suasana semakin sakral ketika panji-panji kecamatan serta jajaran foto bupati dan wakil bupati Kebumen dari masa ke masa diarak menuju tengah lapangan.
Prosesi tersebut menjadi simbol perjalanan panjang Kebumen sekaligus pengingat terhadap para pemimpin yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah dari masa ke masa.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani memimpin jalannya upacara sekaligus menyampaikan sambutan resmi menggunakan bahasa Jawa.
Dalam pesannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah memperkuat persatuan serta semangat gotong royong untuk mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Peringatan Hari Jadi ke-397 ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting bagi kita semua untuk memperkuat persatuan dan kegotongroyongan. Mari bersama-sama kita wujudkan Kebumen yang semakin berdaya, mandiri, dan berdaya saing demi kesejahteraan seluruh masyarakat," ujar Bupati Kebumen Lilis Nuryani.
Penghargaan untuk Warga dan Pelaku Pembangunan
Peringatan Hari Jadi ke-397 juga diisi dengan penyerahan berbagai penghargaan kepada masyarakat, instansi maupun pihak yang dinilai berprestasi dan memberikan kontribusi bagi Kabupaten Kebumen.
Penghargaan diberikan kepada para pemenang lomba desa dan kelurahan tingkat kabupaten, kompetisi pemadam kebakaran tingkat nasional, lomba penilaian kawasan permukiman, hingga pemenang proposal riset dan inovasi daerah.
Apresiasi juga diberikan dalam bidang pembangunan daerah tingkat provinsi, kontribusi arsip memori kolektif, arsiparis teladan tingkat organisasi perangkat daerah dan kecamatan, serta medik veteriner berprestasi tingkat provinsi.
Selain itu, turut diserahkan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, pengabdi desa dan garda terdepan pelayanan. Bantuan sosial juga diberikan kepada penyandang disabilitas.
Beragam penghargaan dan bantuan tersebut menjadi bagian dari peringatan hari jadi yang tidak hanya menampilkan sisi seremonial, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi masyarakat dan aparatur dalam pembangunan Kebumen.
397 Pelajar Bentuk Angka 397 dalam Tari Kolosal
Kemeriahan berlanjut setelah upacara selesai. Para tamu dan masyarakat disuguhi pertunjukan tari kolosal yang memadukan sejumlah kesenian khas Kebumen, yakni Cepetan, Lawet dan Ebeg.
Pertunjukan tersebut melibatkan 397 pelajar Kebumen.
Para pelajar tampil membentuk berbagai formasi hingga menghasilkan angka 397, sesuai usia Kabupaten Kebumen yang diperingati tahun ini.
Pertunjukan kemudian ditutup dengan aksi flashmob Swardhana Kabumian, yang menambah semarak suasana perayaan.
Keterlibatan ratusan pelajar dalam pertunjukan budaya tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana generasi muda dilibatkan dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
Ditutup Makan Bersama 3.000 Porsi Nasi Tempelang
Nuansa kebersamaan semakin terasa saat seluruh rangkaian perayaan ditutup dengan tradisi makan bersama.
Tamu undangan, pejabat, para penari, orang tua penari hingga warga yang hadir berbaur menikmati hidangan yang telah disediakan panitia.
Sebanyak 3.000 porsi nasi tempelang, salah satu kuliner khas Kebumen, disiapkan untuk dinikmati bersama.
Nasi tempelang tersebut terdiri dari nasi yang disajikan bersama sayur oseng tempe, mi dan telur dadar.
Tradisi makan bersama ini menjadi penutup yang sederhana namun sarat makna. Tidak ada sekat antara pejabat, tamu undangan, pelajar, orang tua maupun masyarakat. Semuanya duduk dan menikmati hidangan dalam suasana akrab.
Peringatan Hari Jadi ke-397 Kabupaten Kebumen pun tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat budaya, mengenang sejarah, mengapresiasi prestasi, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Kebumen. *
-----------------------------
Ikuti BeritaKebumen


